Riwayatku
Saya harus memberikan penjelasan kepada kawan-kawan terutama pelaku Wisata yang ada di kabupaten, Propinsi termasuk pejabat dan media yang berhubungan dengan Pariwisata yang selama ini mengajukan pertanyaan kenapa saya dimutasi atau pindah dari Kepala Dinas Pariwisata Kotawaringin Barat menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kotawaringin Barat. Untuk diketahui Mutasi dan kepindahan saya hal yang biasa dilakukan dalam rangka penyegaran organisasi dan menambah pengalaman.
Terbitnya Surat Keputusan dan pelantikan dalam jabatan sebelumnya didahului dengan uji Kopentensi yang dilaksanakan oleh Panitia independen dengan melibat kan berbagai unsur baik Pusat, propinsi maupun Kabupaten. Dan penempatan pejabat tentu tidak lepas dari keinginan atau selera pengguna atau pejabat Pembina Kepegawaian.
Terbitnya Surat Keputusan dan pelantikan dalam jabatan sebelumnya didahului dengan uji Kopentensi yang dilaksanakan oleh Panitia independen dengan melibat kan berbagai unsur baik Pusat, propinsi maupun Kabupaten. Dan penempatan pejabat tentu tidak lepas dari keinginan atau selera pengguna atau pejabat Pembina Kepegawaian.
Namun demikian dapat saya sampaikan disini bahwa selama saya menjabat sebagai kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata dan kepala Dinas Pariwisata Kabupaten kotawaringin barat banyak hal yang sudah saya lakukan untuk pengembangan dan pemabnagnunan kepariwisataan dan juga pengembangan dan pelestarian budaya dalam rang mendukung budaya Nasional.
Disektor Pariwisata yang saya lakukan anyara lain : terebntuknya Perda tentang Rencana Induk pembangunan Pariwisata Daerah ( RIPPARDA ), terbentuknya Perda tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata berikut Peraturan Buopatinya yang menjadi rujukan daerah lain di Kalimantan twengah, Meningkatnya kunjungan Wisata dari Manca Negara yang semula hanya ribuan meningkatnya menjadi puluhan ribu ( th 2018 menjadi 25 ribuan kunjungan wisman ke TNTP dan sekitarnya, Meningkatnya PNBP sebelumnya hanya ratusan 1-2 M meningjatnya menjadi 6 M rupiah lebih yang disetor ke Kas Negara, terebentuknya Pokdarwis di semua desa wisata, terbentuknya organisasi Klotok Wisata, organisasi TIC tukang masak wisata, terlatihnya pekerja wisata, pemandu wisata, pekerja hotel, meningkatnya pembangunan hotel restoran, meningkatnya pemahaman masyarakat dengan sektor pariwisata dan lain sebagainya.
Komentar
Posting Komentar